Pilkades Sidoarjo 2026 Dijaga Ketat, Forkopimda Turun Langsung Redam Konflik

Sidoarjo,baranitapost.com— PILKADES KONFLIK menjadi perhatian utama menjelang pelaksanaan Pilkades Serentak 2026 di Kabupaten Sidoarjo, Minggu (24/5/2026).

Untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif, Bupati Sidoarjo H. Subandi bersama jajaran Forkopimda turun langsung menyuarakan kesiapan tempat pemungutan suara (TPS) serta melakukan pendekatan persuasif kepada para calon kepala desa di sejumlah wilayah yang dinilai rawan konflik.

Kunjungan dilakukan pada Sabtu malam (23/5/2026) dengan melibatkan Wakapolresta Sidoarjo AKBP Mohammad Zainur Rofik, Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Czi Shobirin Setio Utomo, serta unsur Forkopimda lainnya.

Pemantauan dimulai sekitar pukul 19.30 WIB dari Pendopo Delta Wibawa menuju TPS 11 Desa Sidokepung, Kecamatan Buduran.

Selain meninjau kesiapan TPS, rombongan juga bersilaturahmi dengan sejumlah calon kepala desa di Desa Sidokepung, Desa Pepelegi, dan Desa Medaeng, Kecamatan Waru.

Langkah ini dilakukan untuk meredakan ketegangan politik yang mulai meningkat menjelang hari pemungutan suara.

Bupati Sidoarjo H. Subandi menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama aparat keamanan terus melakukan pemetaan wilayah yang memiliki potensi konflik internal.

“Kami melakukan pemetaan terhadap desa-desa yang memiliki dinamika politik cukup tinggi, termasuk Desa Sidokepung.

Silaturahmi kepada seluruh calon kepala desa dilakukan agar tensi politik tetap terjaga dan Pilkades berjalan aman,” ujar Subandi.

Ia menjelaskan, koordinasi lintas sektor diperkuat hingga tingkat kecamatan dengan melibatkan Forkopimka, kepolisian, TNI, serta pemerintah kecamatan.

Menurutnya, sinergi seluruh elemen menjadi kunci utama menjaga stabilitas selama proses Pilkades berlangsung.

“Koordinasi terus dilakukan bersama Kapolsek, Camat, Danramil, dan seluruh unsur terkait agar pengawasan TPS berjalan maksimal dan kondisi tetap kondusif,” katanya.

TPS Pilkades Sidoarjo
Forkopimda Sidoarjo turun langsung menyatukan TPS dan meredam potensi konflik jelang Pilkades serentak 2026 di sejumlah desa rawan.

Dalam kesempatan tersebut, Subandi juga mengingatkan panitia Pilkades agar menerapkan aturan secara ketat, terutama terkait syarat pemilih yang wajib membawa identitas resmi saat menggunakan hak pilih.

“Kepada panitia sudah kami sampaikan bahwa pemilih wajib membawa KTP dan surat undangan. Jika tidak membawa, maka tidak diperkenankan memilih demi mencegah potensi konflik,” tegasnya.

Selain memastikan kesiapan logistik dan keamanan TPS, Forkopimda juga meminta seluruh calon kepala desa beserta tim sukses menjaga sikap selama proses demokrasi berlangsung.

Pemerintah daerah berharap tidak ada hasutan maupun tindakan yang dapat memicu terjadinya pengucilan antarpendukung.

Menurut Subandi, kunjungan langsung ke lapangan merupakan bagian dari strategi meredakan ketegangan politik yang berpotensi muncul di tengah masyarakat desa.

“Dengan kunjungan Forkopimda hari ini, kami berharap ketegangan politik di lapangan bisa menurun.

Para calon kepala desa juga diharapkan mampu mengendalikan tim sukses masing-masing,” ungkapnya.

Tidak hanya di wilayah Buduran dan Waru, pengawasan juga akan mencakup sejumlah wilayah lain yang dianggap rawan.

Forkopimda dijadwalkan mengunjungi Kecamatan Jabon dan Tarik untuk memastikan seluruh tahapan Pilkades berjalan aman.

http://Baca juga https://baranitapost.com/polsek-bangil-Tingkatkan-pengamanan-jalur-pantura-saat-malam/

“Wilayah yang memiliki potensi konflik akan terus kami datangi agar situasi tetap terkendali,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menegaskan komitmennya menjaga kualitas demokrasi di tingkat desa agar Pilkades serentak 2026 berlangsung damai, aman, dan sukses tanpa gangguan keamanan.

“Demokrasi harus dijaga bersama agar Pilkades berjalan aman, damai, dan sukses,” pungkas Subandi.@Nit

Writer: @NitEditor: @Redaksi Baranitapost