Gresik,baranitapost.com – Limbah pertanian ekspor kini menjadi sorotan setelah UMKM binaan Polres Gresik berhasil mengubah sekam padi dan limbah organik menjadi produk bernilai tinggi yang menembus pasar internasional.
Keberhasilan itu ditunjukkan PT Aji Bakuh Anugrah (ABA), pelaku usaha lokal asal Gresik, Jawa Timur, yang sukses mengekspor produk ramah lingkungan ke Jepang, Korea Selatan, hingga Timur Tengah.
Pencapaian tersebut mendapat perhatian langsung dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat melakukan kunjungan kerja di Jawa Timur, di sela agenda peninjauan kesiapan pengamanan kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto di Museum Marsinah, Nganjuk, serta panen raya jagung di Tuban.
Dalam kunjungan itu, Kapolri bersama pejabat utama Mabes Polri dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto memberikan apresiasi terhadap langkah pembinaan ekonomi kerakyatan yang dilakukan Polres Gresik melalui pendampingan UMKM berbasis inovasi lingkungan.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan, kepolisian tidak hanya fokus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir mendukung pertumbuhan ekonomi warga melalui penguatan sektor usaha produktif.
“Kami ingin masyarakat memiliki peluang usaha yang berkelanjutan. Limbah pertanian yang sebelumnya dianggap tidak bernilai, kini bisa menjadi produk ekspor yang memberi manfaat ekonomi besar,” ujar AKBP Ramadhan Nasution.
Menurutnya, PT ABA berhasil mengembangkan dua produk unggulan, yakni arang sekam atau bio-carbon dan feedmeal yang diolah dari limbah pertanian melimpah di wilayah agraris Kabupaten Gresik.
Produk bio-carbon tersebut digunakan sebagai bahan biomass dan material insulasi untuk industri baja, sementara feedmeal dimanfaatkan sebagai alternatif pakan ternak berkualitas tinggi.
http://Baca juga https://baranitapost.com/panen-raya-jagung-tuban-polri-perkuat-ketahanan-pangan/
Produk-produk itu dinilai mampu memenuhi standar pasar internasional dari sisi kualitas karbon, kadar air, hingga kandungan nutrisi.
“Permintaan pasar luar negeri terus meningkat karena produk ramah lingkungan saat ini sangat dibutuhkan industri global,” tambahnya.
Keunggulan lain yang dimiliki UMKM binaan Polres Gresik ini adalah efisiensi distribusi ekspor.
Letak geografis Gresik yang dekat dengan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya membuat proses pengiriman barang ke luar negeri menjadi lebih cepat dan kompetitif.

Selain faktor logistik, kelengkapan legalitas ekspor seperti Certificate of Origin (COO) juga menjadi nilai tambah yang meningkatkan kepercayaan pembeli internasional terhadap produk asal Indonesia tersebut.
Keberhasilan PT ABA dinilai menjadi bukti nyata bahwa inovasi lokal mampu bersaing di pasar global.
Di tengah meningkatnya isu keberlanjutan lingkungan, pengolahan limbah pertanian menjadi komoditas ekspor tidak hanya membuka peluang ekonomi baru, tetapi juga membantu mengurangi pencemaran lingkungan.
Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa sektor UMKM memiliki potensi besar menjadi penggerak ekonomi daerah apabila mendapat dukungan pembinaan, akses pasar, dan inovasi teknologi yang tepat.
Dengan keberhasilan menembus pasar internasional, UMKM binaan Polres Gresik diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lain untuk memanfaatkan limbah menjadi produk bernilai tambah tinggi dan berdaya saing global.






