Surabaya,baranitapost.com – Kesiapan gudang munisi menjadi sorotan serius saat Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Kohir, turun langsung meninjau kegiatan sosialisasi keamanan di Surabaya, Selasa.
Kegiatan ini membahas siapa yang bertanggung jawab, apa yang dilakukan, di mana lokasi pengamanan, kapan pelaksanaan, mengapa penting dilakukan, dan bagaimana kesiapan personel dijalankan guna mencegah risiko fatal di lingkungan militer.
Peninjauan ini langsung memantik perhatian publik karena menyangkut potensi bahaya besar jika pengelolaan tidak maksimal Kesiapan gudang munisi dinilai krusial untuk menghindari insiden yang dapat berdampak luas, baik bagi prajurit maupun masyarakat sekitar.

Dalam arahannya, Brigjen TNI Kohir menegaskan bahwa setiap prajurit wajib meningkatkan kemampuan teknis dan kesiapsiagaan. Ia menilai kesiapan gudang munisi tidak boleh dianggap rutinitas semata, melainkan tanggung jawab serius yang harus dijalankan dengan disiplin tinggi.
“Personel yang sudah memiliki kemampuan harus terus diasah dan ditingkatkan, sehingga mampu mengaplikasikan pengetahuan dengan baik, baik menggunakan peralatan tradisional maupun modern,” tegas Kohir.
Pernyataan ini memperlihatkan adanya tekanan kuat dari pimpinan terhadap kualitas sumber daya manusia di lapangan.
Tidak ada ruang untuk kelalaian dalam pengelolaan bahan berbahaya.
Selain personel, Danrem juga menyoroti penggunaan fasilitas pendukung.
Salah satu yang disinggung adalah mobil pemadam kebakaran bantuan dari Kementerian Pertahanan yang harus selalu dalam kondisi siap pakai.

Menurutnya, fasilitas ini menjadi bagian penting dalam mendukung kesiapan gudang munisi, terutama saat menghadapi situasi darurat seperti kebakaran atau ledakan.
“Seluruh sarana harus dirawat dan dijaga. Jangan sampai alat ada, tapi tidak siap digunakan saat dibutuhkan,” ujarnya.
http://Baca juga https://baranitapost.com/ai-sidoarjo-summit-2026-dorong-umkm-dan-asn-melek-digital/
Pengelolaan gudang munisi dan bahan peledak memiliki risiko tinggi. Kesalahan kecil dapat berujung pada insiden besar yang mengancam keselamatan banyak pihak.
Karena itu, peningkatan kesiapan gudang munisi menjadi langkah strategis untuk meminimalisir potensi bahaya sekaligus menjaga profesionalisme TNI AD.
Langkah tegas Brigjen TNI Kohir menegaskan bahwa kesiapan gudang munisi bukan sekadar prosedur, melainkan prioritas utama dalam menjaga keamanan.
Dengan peningkatan kemampuan personel dan optimalisasi fasilitas, risiko dapat ditekan dan tugas pokok TNI AD dapat berjalan maksimal.






