Sidak Jalan Berlubang, Mimik Idayana Turun Langsung

Sidoarjo, baranitapost.com — Sidak jalan berlubang di ruas Jalan Lingkar Timur Sidoarjo membuat Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, turun langsung ke lapangan. Ia ingin memastikan proses perbaikan jalan rusak berjalan cepat, tepat, dan benar-benar memberi rasa aman bagi masyarakat yang melintas di jalur padat tersebut.
Inspeksi mendadak (sidak) dilakukan pada Minggu (8/3/2026) dengan meninjau sejumlah titik kerusakan jalan di sepanjang ruas Lingkar Timur.

Dalam kegiatan tersebut, Mimik didampingi Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Sidoarjo Muhammad Makhmud serta Kepala Bidang Jalan Joko.

Langkah cepat ini diambil setelah Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menerima banyak keluhan masyarakat terkait kondisi jalan berlubang yang dinilai membahayakan pengendara. Jalan Lingkar Timur sendiri dikenal sebagai jalur strategis dengan volume kendaraan yang sangat tinggi setiap harinya.

Mimik menegaskan, percepatan perbaikan jalan harus menjadi prioritas utama. Ia meminta tim teknis di lapangan meningkatkan intensitas pekerjaan agar kerusakan jalan tidak lagi mengancam keselamatan pengguna jalan.

Istilah Oknum Wartawan Diprotes JPKPN, Dinilai Diskriminatif

“Jalan Lingkar Timur lalu lintasnya padat. Biasanya pengerjaan dilakukan malam hari agar tidak mengganggu kendaraan. Tapi sekarang kita perintahkan pekerjaan dilakukan lebih intensif supaya cepat selesai dan tidak membahayakan pengguna jalan,” tegas Mimik saat melakukan sidak.

Selama ini, perbaikan jalan di kawasan tersebut memang sering dilakukan pada malam hari karena tingginya aktivitas kendaraan pada siang hari. Namun, demi mempercepat penyelesaian kerusakan jalan, Pemkab Sidoarjo kini menerapkan sistem kerja lebih intensif dengan pola siang dan malam.

Selain memastikan percepatan perbaikan jalan berlubang, Mimik juga menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur jalan melalui dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

Ia menyebut, pada tahun 2025 Pemkab Sidoarjo menerima bantuan anggaran tahap pertama sebesar Rp37 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan jalan beton dari lampu merah Buduran hingga lampu merah Prasung sepanjang 1,8 kilometer.
“Alhamdulillah pembangunan tahap pertama sudah selesai. Jalan beton tersebut menjadi bagian dari rencana peningkatan kualitas Jalan Lingkar Timur secara bertahap,” jelasnya.

Pelantikan AWOS Sidoarjo Picu Harapan Baru Jurnalis Siber

Untuk tahap selanjutnya, pemerintah daerah kembali memperoleh dukungan anggaran yang lebih besar guna melanjutkan pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut. Proyek lanjutan akan menyasar beberapa titik yang masih membutuhkan peningkatan kualitas jalan.

“Untuk tahap ketiga direncanakan pada tahun 2027, dari kawasan MPP hingga lampu merah Candi. Saat ini anggarannya masih dalam proses pembahasan,” terang Mimik.
Ia juga memastikan pemerintah daerah akan kembali melakukan pengecekan lapangan dalam beberapa hari ke depan guna memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana dan selesai tepat waktu.
“Kita akan cek lagi nanti. Harapannya sebelum Lebaran semua jalan sudah selesai diperbaiki sehingga masyarakat bisa berkendara dengan aman dan nyaman,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga Sidoarjo, Muhammad Makhmud, menjelaskan bahwa proses perbaikan jalan berlubang di ruas Lingkar Timur dari lampu merah Prasung hingga kawasan Candi sudah berjalan dan sebagian besar titik kerusakan telah ditangani oleh tim teknis.

Menurutnya, pemerintah daerah menargetkan seluruh perbaikan jalan selesai sebelum arus mudik Lebaran dimulai.
“Target kami sebelum Lebaran seluruh perbaikan jalan sudah selesai. Saat Idulfitri nanti masyarakat bisa menikmati jalan yang lebih baik dan tidak berlubang,” ujarnya.

Kabid Jalan Joko menambahkan, percepatan pekerjaan menjadi sangat penting mengingat kondisi musim hujan yang dapat memperparah kerusakan jalan sekaligus meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas.
“Kami minta tim satgas di lapangan bekerja lebih intensif agar perbaikan cepat selesai. Jangan sampai ada kecelakaan karena jalan berlubang, apalagi menjelang Lebaran lalu lintas akan semakin ramai,” tegasnya.

Dengan waktu sekitar sepuluh hari menjelang Lebaran, seluruh tim teknis kini dikerahkan secara maksimal. Pemerintah daerah berharap langkah cepat ini mampu (sn mengembalikan kenyamanan berkendara sekaligus menekan risiko kecelakaan di salah satu jalur vital Kabupaten Sidoarjo tersebut. (nit@kbar)