Sidoarjo, baranitapost.com — Rakernas Perbamida Sidoarjo resmi digelar di Hotel Aston, Jumat (17/4), menghadirkan 105 perwakilan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) milik pemerintah daerah dari seluruh Indonesia.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dan menjadi momentum strategi memperkuat kolaborasi pembiayaan bagi pelaku UMKM di daerah.
Rakernas yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Milik Pemerintah Daerah (Perbamida) ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan rutin, tetapi juga forum nasional untuk menguraikan langkah-langkah konkret dalam meningkatkan peran BPR sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.
Acara tersebut juga dihadiri Plh. Sekda Sidoarjo Ainur Rahman, Ketua Umum DPP Perbamida Sofia Nurkrisnajati Atmaja, perwakilan OJK, serta pejabat Pemprov Jawa Timur.
Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak menekankan pentingnya profesionalisme BPR dalam menghadapi tantangan ekonomi daerah.
Menurutnya, BPR memiliki posisi strategis sebagai mitra masyarakat, terutama dalam menjangkau kebutuhan pembiayaan yang belum sepenuhnya tercover oleh program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“BPR milik Pemda memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian lokal. Kebutuhan permodalan di tingkat daerah masih sangat besar, sehingga kehadiran BPR harus mampu menjawab kebutuhan tersebut secara langsung,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antar-BPR agar tidak saling bersaing, melainkan saling memperkuat.
Kolaborasi dan berbagi pengalaman dinilai menjadi kunci peningkatan daya saing perbankan daerah.
Tolong. Sekda Sidoarjo Ainur Rahman menyampaikan bahwa Kabupaten Sidoarjo memiliki tata kelola BPR yang dapat dijadikan contoh nasional.
Salah satunya melalui program Kredit Usaha Daerah (Kurda) dengan bunga rendah sebesar 2 persen per tahun yang dikelola oleh BPR Delta Artha.
“Program Kurda ini adalah bentuk nyata keberpihakan pemerintah daerah kepada UMKM. Kami berharap praktik yang baik seperti ini bisa diterima oleh daerah lain,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Perbamida Sofia Nurkrisnajati Atmaja menegaskan, Rakernas bukan sekedar agenda tahunan, namun wadah untuk merumuskan strategi kebijakan dalam memperkuat ekonomi daerah.
“Rakernas ini menghadirkan 105 perwakilan dari total 210 BPR Pemda di seluruh Indonesia. Ini menunjukkan komitmen yang kuat untuk bersinergi dan memperluas dampak ekonomi,” ungkapnya.
Sofia juga menyoroti pentingnya pendekatan berbasis kearifan lokal dalam layanan BPR.

Menurutnya, setiap daerah memiliki karakteristik UMKM yang berbeda-beda, sehingga diperlukan program inovasi yang sesuai, seperti Kurda di Sidoarjo.
“Keberhasilan program Kurda menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk menghadirkan skema pembiayaan yang lebih adaptif dan berpihak pada pelaku usaha kecil,” tambahnya.
Rakernas Perbamida 2026 di Sidoarjo diharapkan menghasilkan rekomendasi strategi yang mampu memperkuat peran BPR dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional.
Dengan sinergi antar daerah, kontribusi BPR diyakini akan semakin signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Rakernas Perbamida di Sidoarjo menjadi momentum penting memperkuat kolaborasi BPR seluruh Indonesia.
Dengan program inovasi dan sinergi antar daerah, BPR diharapkan mampu menjadi pilar utama penguatan perekonomian UMKM secara berkelanjutan.






