Surabaya,baranitapost.com– Pencak Silat Militer disetujui dalam upacara resmi yang dipimpin Kepala Dinas Jasmani Angkatan Darat (Kadisjasad) Brigjen TNI Andri Amijaya Kusumah di Lapangan Makodam V/Brawijaya, Rabu (15/4).
Pengukuhan pencak silat militer ini menjadi langkah strategis TNI AD dalam memperkuat karakter, disiplin, dan kemampuan bela diri prajurit di tengah tuntutan tugas yang semakin kompleks.
Kegiatan ini dihadiri langsung Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, para Pejabat Utama Kodam V/Brawijaya, serta sejumlah undangan penting.
Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya turut didampingi Kepala Seksi Operasi Kolonel Inf Agus Al Fauzi.
Kehadiran para pejabat ini menegaskan pentingnya pengukuhan pencak silat militer sebagai program pembinaan yang serius dan berkelanjutan.

Brigjen TNI Andri Amijaya Kusumah dalam Segalanya menegaskan bahwa pencak silat militer bukan sekadar seni bela diri biasa.
Ia menyebut pencak silat militer sebagai warisan budaya bangsa yang memiliki nilai strategis tinggi dalam membentuk karakter prajurit.
Menurutnya, pengukuhan ini bertujuan memperkuat mental, fisik, serta jiwa korsa prajurit agar mampu menghadapi berbagai tantangan tugas di lapangan.
“Pencak silat militer menjadi landasan penting dalam membangun prajurit yang tangguh, disiplin, dan profesional.
Ini bukan sekedar latihan fisik, tapi juga pembentukan karakter dan jati diri,” tegasnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa melalui pengukuhan pencak silat militer ini, TNI berharap setiap prajurit mampu menjalankan tugas secara optimal.
Selain itu, nilai-nilai luhur budaya bangsa tetap dijunjung tinggi dalam setiap pelaksanaan tugas negara.
Sementara itu, Kolonel Inf Agus Al Fauzi menilai pengukuhan pencak silat militer sebagai langkah konkret dan tepat sasaran.
Ia menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kemampuan bela diri, tetapi juga memperkuat integritas dan jiwa prajurit ksatria.
“Pencak silat militer sangat penting dalam membangun karakter prajurit yang berani, disiplin, dan memiliki semangat persatuan.
Ini juga menjadi jembatan hubungan antara TNI dan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara TNI dan perguruan pencak silat di Jawa Timur terus terjalin kuat.
Kolaborasi ini dinilai mampu menanamkan nilai-nilai budaya sekaligus mempererat persatuan di tengah masyarakat.
Acara pengukuhan pencak silat militer diakhiri dengan teknik mendalam bela diri yang memukau.
Para prajurit menampilkan gerakan terukur, cepat, dan penuh disiplin yang langsung mendapat apresiasi tinggi dari para tamu undangan.
Perdagangan Satwa Dilindungi Jatim Terbongkar Sindikat Lintas Daerah
Tidak hanya itu, sejumlah perguruan besar pencak silat di Jawa Timur seperti PSHT, Merpati Putih, Perisai Diri, Persinas Asad, dan Cempaka Putih pun ikut ambil bagian.
Mereka menampilkan pertandingan yang memperkaya suasana sekaligus menunjukkan kekuatan tradisi pencak silat sebagai identitas bangsa.
Dengan pengukuhan pencak silat militer ini, TNI AD menegaskan komitmennya dalam menjaga budaya sekaligus meningkatkan kualitas prajurit secara menyeluruh, baik fisik maupun mental.






