situs slot gacorSlot GacorSlot Gacor 2026slot gacorslot gacorslot gacor malam inislot gacor 2026Duniabet303https://chandmani-ider.com/https://collegesinfo.org/blogs

Wabup Mimik Temukan Proyek Pasar Taman Telat, Kontraktor Terancam Sanksi

SIDOARJO, baranitapost.com – Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana SAP geram saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap sejumlah proyek pembangunan di kawasan Pasar Taman, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (10/9/2026).

Dalam sidak tersebut, Mimik menemukan sejumlah pekerjaan yang progresnya dinilai jauh dari target. Bahkan, terdapat pekerjaan yang belum dimulai meski batas waktu penyelesaian proyek semakin dekat.

Sedikitnya empat titik pekerjaan menjadi perhatian Wakil Bupati. Pekerjaan tersebut meliputi pembangunan pagar, pavingisasi, serta dua proyek pembangunan saluran air.

Dari hasil pemantauan, progres pekerjaan dinilai belum sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Pembangunan pagar, misalnya, ditargetkan mencapai sekitar 30 persen, tetapi realisasinya baru sekitar 25 persen. Sementara dua pekerjaan saluran air masih berada pada progres 0 persen. Kondisi serupa juga terlihat pada pekerjaan pavingisasi.

Wabup Mimik Temukan Proyek Pasar Taman Telat, Kontraktor Terancam Sanksi
Visual Wabup Sidoarjo Mimik Idayana menemukan sejumlah proyek di Pasar Taman terlambat dan progresnya jauh dari target. Kontraktor terancam sanksi tegas.

Senam Bersama ASN Sidoarjo Kembali Digelar di Alun-Alun

Mimik mempertanyakan keseriusan kontraktor dalam menyelesaikan proyek yang menggunakan anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sidoarjo.

Ia juga menyebut terdapat pekerjaan yang dinilai tidak sesuai spesifikasi. Menurutnya, temuan tersebut akan ditindaklanjuti agar pekerjaan ke depan memenuhi standar yang telah ditentukan.

“Kita di Pasar Taman ini menemukan beberapa pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi. Temuan-temuan ini akan kita tindak lanjuti agar ke depannya pekerjaan sesuai standar dan lebih baik,” tegas Mimik.

Mimik menegaskan penggunaan APBD harus dipertanggungjawabkan, baik dari sisi kualitas pekerjaan maupun ketepatan waktu penyelesaian.

Ia mengingatkan kontraktor agar tidak mengerjakan proyek secara sembarangan. Bahkan, Mimik membuka kemungkinan pemutusan kontrak apabila pekerjaan tidak sesuai dan kontraktor dinilai tidak memiliki komitmen menyelesaikan kewajibannya.

“Jangan sampai kita menggunakan anggaran APBD, terus dikerjakan seenaknya. Kalau memang ada proyek yang sudah tidak sesuai dan tidak komitmen, ke depan ya putus kontrak. Jangan main-main dengan menggunakan anggaran APBD,” tandasnya.

Wabup Mimik Temukan Proyek Pasar Taman Telat, Kontraktor Terancam Sanksi
Visual Wabup Sidoarjo Mimik Idayana menemukan sejumlah proyek di Pasar Taman terlambat dan progresnya jauh dari target. Kontraktor terancam sanksi tegas.

Mimik secara khusus menyoroti keterlambatan sejumlah pekerjaan. Berdasarkan evaluasi yang disampaikannya, progres pembangunan pagar secara keseluruhan baru sekitar 25 persen, sedangkan pekerjaan saluran air belum menunjukkan progres.

“Seharusnya pekerjaan itu Agustus kemarin sudah selesai. Faktanya sampai sekarang cuma 25 persen untuk pekerjaan pagar, sedangkan yang saluran air malah 0 persen. Ini sudah menyalahi aturan,” ujarnya.

Selain kontraktor, Mimik juga menyoroti fungsi pengawasan proyek. Ia mendapat informasi bahwa konsultan pengawas telah memberikan teguran tertulis hingga empat kali. Namun, teguran tersebut dinilai belum mendapatkan respons sebagaimana mestinya.

“Pengawas juga sudah bersurat sampai empat kali, tetapi tidak dihiraukan. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo harus lebih tegas lagi,” tegasnya.

Dengan waktu pengerjaan yang tersisa kurang dari dua bulan, Mimik meminta seluruh pihak terkait segera mengejar ketertinggalan. Namun, percepatan pekerjaan tidak boleh mengorbankan kualitas maupun spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam kontrak.

“Harus kejar tayang. Kalau nggak sesuai target, nanti harus disanksi. Sanksinya harus keras. Saya nggak main-main,” tegasnya.

Mimik memastikan akan memantau langsung perkembangan pekerjaan di kawasan Pasar Taman. Ia tidak ingin keterlambatan maupun persoalan kualitas kembali terjadi, terlebih akibat lemahnya pengawasan.

“Saya sendiri nanti yang mengawasi. Saya akan cek lagi pekerjaannya. Jangan sampai pasar yang kondisinya sudah seperti ini, pekerjaannya malah tambah amburadul,” pungkasnya.(firman/RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *