Perguruan Silat Gempol Bersatu, Bersihkan Alun-Alun Apollo Gempol

Pasuruan, baranitapost.com – Perguruan silat gempol bersatu bersama Camat Gempol Hadi Mulyono menggelar kerja bakti membersihkan kawasan Alun-Alun Apolo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia itu sekaligus menjadi upaya mempererat persaudaraan sekaligus menghapus stigma negatif yang selama ini melekat pada sebagian perguruan silat.

Puluhan anggota dari berbagai organisasi bela diri seperti PSHT, Cimande, hingga Taekwondo tampak bergotong royong membersihkan sampah, menyapu area alun-alun, merapikan taman, serta merawat fasilitas umum. Kebersamaan mereka menjadi pemandangan yang menarik perhatian masyarakat yang melintas.

Menurut Camat Gempol Hadi Mulyono, kegiatan sosial tersebut sengaja digagas agar masyarakat melihat sisi lain dari dunia pencak silat. Ia menegaskan bahwa para pesilat tidak hanya berlatih teknik bela diri, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan kehidupan sosial.

“Kegiatan ini bukan sekadar mengisi peringatan HUT RI, tetapi juga menunjukkan bahwa perguruan bela diri di Kecamatan Gempol mampu bersatu, menjaga kekompakan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Hadi Mulyono.

Perguruan Silat Gempol
Perguruan silat di Kecamatan Gempol kompak membersihkan Alun-Alun Apolo dalam rangka HUT RI ke-81. Aksi ini menjadi simbol persatuan sekaligus menghapus stigma negatif.

Bupati Subandi Razia Miras Ilegal Sidoarjo, Sita Ribuan Botol  

Mafia Migas Sumsel Terbongkar, Polisi Amankan 129 Tersangka

Bukti Persaudaraan Antarperguruan
Hadi menjelaskan bahwa selama ini masih ada anggapan di tengah masyarakat yang mengidentikkan perguruan silat dengan konflik atau perselisihan. Melalui kegiatan kerja bakti ini, stigma tersebut ingin dipatahkan dengan aksi nyata yang positif dan bermanfaat.

Ia mengungkapkan, saat seluruh anggota berkumpul dalam satu kegiatan sosial, mereka justru saling mengenal lebih dekat. Bahkan banyak peserta yang baru mengetahui bahwa mereka berasal dari sekolah yang sama, tinggal dalam satu lingkungan, atau memiliki teman yang sama meski berasal dari perguruan berbeda.

Kebersamaan itu dinilai mampu membangun komunikasi yang lebih baik sehingga potensi kesalahpahaman maupun konflik antarpaguyuban dapat diminimalkan. Semangat gotong royong menjadi jembatan untuk memperkuat rasa persaudaraan di tengah keberagaman organisasi bela diri.

Komitmen Menjaga Kondusivitas
Selain menjabat sebagai Camat Gempol, Hadi Mulyono juga merupakan Ketua Harian IPSI Kabupaten Pasuruan. Ia berharap seluruh perguruan silat terus menjadi mitra pemerintah dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan masyarakat.

Fakta penting kegiatan :

– Memperingati HUT RI ke-81.
– Membersihkan Alun-Alun Apolo.
– Mempererat persaudaraan antarperguruan.
– Menghapus stigma negatif terhadap pesilat.
– Menumbuhkan kepedulian terhadap                fasilitas publik.
– Menjaga keamanan dan kondusivitas.              wilayah.

Ke depan, Pemerintah Kecamatan Gempol berencana menggelar kegiatan serupa secara rutin, termasuk apel bersama seluruh perguruan silat sebagai bentuk komitmen menjaga persatuan. Langkah tersebut diharapkan menjadikan semangat gotong royong tidak berhenti pada momentum HUT RI saja, tetapi menjadi budaya bersama yang mampu memperkuat kerukunan, mencegah konflik, dan menciptakan Kecamatan Gempol yang aman, harmonis, serta semakin solid. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *