Lampu Merah Kejapanan Belum Aktif Hindari Kemacetan Panjang

Pasuruan,baranitapost.com – Lampu merah di Simpang Empat Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, hingga kini belum difungsikan secara penuh meskipun fasilitas traffic light sudah terpasang oleh dishub kab.pasuruan

Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga kelancaran arus kendaraan sekaligus mengurangi potensi kecelakaan di jalur nasional Surabaya–Malang yang dikenal padat setiap hari.

Persimpangan Kejapanan merupakan salah satu titik lalu lintas tersibuk di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Volume kendaraan besar, mulai dari truk logistik, bus antarkota, hingga kendaraan pribadi, terus melintas hampir tanpa henti selama 24 jam.

Kondisi itu membuat pemerintah memilih menutup median jalan secara permanen guna mencegah antrean panjang dan konflik arus kendaraan.

Taruhan Rp500 Ribu Per Laga Terbongkar, Puluhan Orang Kabur!

Penutupan median dilakukan dengan pemasangan water barier di tengah persimpangan.

Kendaraan dari arah tertentu diarahkan untuk memutar melalui Bundaran Apollo atau jalur arteri yang telah disiapkan sebelumnya.

Kebijakan tersebut dinilai lebih aman dibandingkan membuka akses penyeberangan langsung di simpang empat.

Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas Pernah Dilakukan

Pihak terkait sebenarnya pernah melakukan uji coba rekayasa lalu lintas di kawasan tersebut.

Dalam skema itu, traffic light direncanakan beroperasi untuk mengatur kendaraan dari berbagai arah.

Namun, hasil evaluasi menunjukkan kapasitas jalan tidak mampu menampung volume tinggi kendaraan yang melintas setiap jam.

Arus kendaraan yang terlalu padat menyebabkan antrean cepat mengular ketika simulasi dilakukan.

Situasi itu menimbulkan kemacetan panjang hingga terhambatnya distribusi logistik di jalur penghubung utama Surabaya, Pasuruan, Malang, dan Mojokerto.

 

Karena pertimbangan tersebut, pengoperasian lampu merah akhirnya tidak dapat direalisasikan.

Pemerintah lebih memilih mempertahankan sistem penutupan median demi menjaga stabilitas arus kendaraan di jalur nasional tersebut.

Penghalang Air Dibuka Pada Malam Hari

Meski penutupan median diberlakukan permanen pada siang hari, praktiknya berbeda justru terjadi saat malam.

Berdasarkan informasi warga sekitar, pembatas udara di Simpang Empat Kejapanan kerap digeser oleh oknum sukarelawan pada malam hingga dini hari.

Aktivitas itu berlangsung sekitar pukul 22.00 hingga 05.00 WIB. Saat pembatas jalan dibuka, kendaraan dari arah Surabaya menuju Mojokerto maupun dari Mojokerto menuju Malang dapat langsung melintas tanpa harus memutar melalui jalur resmi.

Praktik tersebut sudah menjadi rahasia umum di kalangan masyarakat sekitar.

Beberapa pengendara memilih melintas melalui median karena dianggap lebih cepat dan menghemat waktu perjalanan, terutama saat kondisi lalu lintas malam relatif lengang.

Harkitnas 2026 Sidoarjo, Mimik Idayana Ajak Jaga Tunas Bangsa

Namun, kondisi itu juga memunculkan kekhawatiran baru terkait keselamatan pengguna jalan.

Jalur nasional Surabaya–Malang tetap dilalui kendaraan berat dengan kecepatan tinggi pada malam hari.

Bukaan median yang dibuka tanpa pengaturan resmi dinilai berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas jika tidak mengakses secara ketat.

Sejumlah warga berharap ada evaluasi dan pengawasan lebih serius dari pihak terkait agar kondisi di Simpang Empat Kejapanan tetap aman.

Mereka menilai aturan yang sudah ditetapkan seharusnya diterapkan secara konsisten demi menghindari risiko kecelakaan maupun kemacetan mendadak.

Selain itu, masyarakat juga meminta adanya solusi jangka panjang untuk mengatasi kepadatan kendaraan di kawasan Gempol yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Infrastruktur pendukung dan rekayasa lalu lintas dinilai perlu disesuaikan dengan pertumbuhan arus kendaraan di jalur nasional tersebut.

Keberadaan lampu merah yang belum difungsikan penuh kini menjadi perhatian pengguna jalan.

Di satu sisi, penutupan median dianggap efektif menjaga kelancaran arus kendaraan.

Namun di sisi lain, praktik pembukaan water barier pada malam hari menunjukkan masih adanya kebutuhan akses langsung yang dirasakan dan pengendara. Ded/(Tim)

Editor: @Redaksi Baranitapost