Bullying Brutal Jember Viral, MAKI Tolak Damai

Baranitapost.com–Kasus bullying brutal Jember terhadap pelajar berinisial F (15) di Desa Keting, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, pada Sabtu malam, 28 Maret 2026, sekitar pukul 23.00 WIB, kini menjadi sorotan luas setelah korban diduga dikeroyok sembilan orang, dipermalukan, direkam, dan videonya viral di media sosial, sementara Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur mendesak proses hukum tanpa kompromi.

Kronologi Mengerikan di Lokasi Sepi

Peristiwa perundungan brutal di Jember ini terjadi di kawasan persawahan Bulakan Kecik.

Korban disebut dijemput sekelompok pemuda menggunakan sepeda motor, lalu dibawa ke lokasi sepi.

Di tempat itu, korban mengalami kekerasan fisik berupa pukulan, tendangan, hingga kepala diinjak.

Tak henti-hentinya di situ, korban juga terpaksa melepas pakaian hingga hanya mengenakan celana dalam.

Aksi tersebut bahkan direkam dan disebarkan, memperparah dampak psikologis korban.

Setelah kejadian, korban berjalan kaki sekitar tiga kilometer untuk pulang.

MAKI Tegas: Tidak Ada Damai

Ketua MAKI Jawa Timur, Heru, menegaskan kasus bullying brutal di Jember harus diproses secara hukum tanpa mediasi.

“Saya tetap mendorong proses hukum pelaku dan tidak ada mediasi atau ganti rugi. Kami sudah menyiapkan tim penasihat hukum,” tegasnya.

MAKI juga akan turun langsung ke lokasi untuk mendampingi keluarga korban dan memastikan proses hukum berjalan transparan.

http://Baca juga https://baranitapost.com/pencak-silat-militer-disahkan-tni-perkuat-karakter-prajurit/

Dugaan Intimidasi dan Negosiasi Janggal

Keluarga korban mengungkap adanya tekanan agar kasus ini tidak berlanjut. Bahkan, sempat ada upaya penyelesaian dengan pengembalian uang.

Namun hingga kini, kesepakatan tersebut tidak terealisasi. Ironisnya, keluarga korban telah diminta menandatangani laporan laporan.

“Ada yang menakut-nakuti kalau nanti ada biayanya,” ujar Samiati, ibu korban.

MAKI mengecam keras dugaan intimidasi tersebut dan berencana berkoordinasi dengan aparat kepolisian tingkat provinsi.

Pelaku Diduga Kabur, Penanganan Disorot

Dari sembilan tiba-tiba pelaku, dua melaporkan melarikan diri ke luar daerah. Satu lainnya disebut masih di bawah umur.

Kasus bullying brutal Jember ini juga menimbulkan tanda tanya terkait keseriusan penanganan aparat. Upaya konfirmasi ke pihak kepolisian setempat belum membuahkan hasil.

Dampak Sosial dan Desakan Publik

Kasus ini menjadi cerminan nyata maraknya kekerasan remaja yang semakin brutal. Video viralnya membuat tekanan masyarakat semakin besar.

Masyarakat mendesak aparat bertindak tegas, profesional, dan bebas intervensi dalam menuntaskan kasus bullying brutal di Jember ini.

Writer: @NitEditor: @Redaksi Baranitapost