Pasuruan,baranitapost.com – Maki Jatim Bersatu menjadi sorotan dalam momentum Syawal 1447 Hijriah saat Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur bersama Pokja Djoko Dolog menggelar halal bihalal di Vila Sabar PTPN Prigen, Kabupaten Pasuruan.
Kegiatan ini menghadirkan aktivis, insan media, dan pegiat sosial untuk memperkuat peran media dalam mengawal transparansi dan akuntabilitas pemerintahan, Sabtu (hari tidak disebutkan).
Fokus utama pertemuan ini adalah bagaimana media mampu menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional di tengah derasnya arus informasi.
Momentum Syawal Perkuat Peran Media

Suasana Syawal 1447 Hijriah dimanfaatkan sebagai ruang konsolidasi. Kegiatan silaturahmi ini tidak sekadar tradisi, tetapi berkembang menjadi forum strategis yang membahas peran penting media Jatim dalam menjaga demokrasi.
Para peserta sepakat bahwa media tidak boleh kehilangan arah di tengah maraknya disinformasi. Peran media Jatim menjadi semakin krusial sebagai penyaring fakta dan penjaga kepentingan publik.
Dukungan Pemerintah Daerah
Kegiatan ini juga mendapat perhatian dari Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak. Melalui pesan suara, ia menyampaikan ucapan Idulfitri sekaligus dukungan moral terhadap penguatan sinergi antara media dan masyarakat sipil.
Babinsa Kebomas Perkuat Komsos Bengkel Motor Gresik
Pesan tersebut menjadi simbol bahwa pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi. Hal ini sekaligus memperkuat posisi media Jatim sebagai mitra kritis dalam pembangunan.
Kritik Tajam: Media Harus Berani dan Berimbang
Ketua MAKI Jawa Timur, Heru Satriyo, menegaskan tantangan besar dunia jurnalistik saat ini. Menurutnya, banjir informasi justru menuntut media Jatim lebih selektif dan bertanggung jawab.
“Media tidak cukup hanya cepat. Ia harus benar, berimbang, dan berani mengkritisi,” tegas Heru.
Ia menambahkan, kritik merupakan bagian penting dalam sistem demokrasi. Pemerintah yang kuat justru adalah yang terbuka terhadap masukan publik, bukan yang menolak kritik.
Ancaman Popularitas vs Integritas
Dalam forum tersebut, muncul kekhawatiran soal menurunnya integritas media akibat tekanan popularitas. Heru mengingatkan agar media Jatim tidak tergoda mengejar klik semata.
Menurutnya, disiplin jurnalistik harus dijaga, mulai dari verifikasi hingga penyajian berita. Kepercayaan publik menjadi aset utama yang tidak boleh dikorbankan.
Gelombang Kesadaran Baru di Daerah
Dari pertemuan ini, semangat perubahan mulai menyebar ke berbagai wilayah di Jawa Timur, termasuk Jember. Muncul kesadaran kolektif untuk membangun ekosistem media Jatim yang independen dan profesional.
Kolaborasi antara MAKI Jatim dan Pokja Djoko Dolog diharapkan menjadi fondasi gerakan media yang solid. Tidak hanya kuat secara jaringan, tetapi juga berpegang pada prinsip kebenaran.
Penegasan: Media Adalah Pengawal Demokrasi
Pertemuan di Prigen menegaskan satu hal penting: media Jatim bukan sekadar penyampai informasi. Ia adalah pengawal demokrasi yang memastikan kekuasaan tetap berpihak pada rakyat.
Di tengah perubahan cepat, peran ini menjadi semakin vital. Media dituntut tidak hanya hadir, tetapi juga berani, jujur, dan bertanggung jawab.



