Kota Mojokerto,baranitapost.com– Sabuk Kamtibmas Mojokerto menjadi sorotan setelah Polres Mojokerto Kota menggelar silaturahmi bersama masyarakat pada Kamis (09/04/2026).
Kegiatan ini melibatkan ojek online, tukang parkir, tukang becak, hingga pedagang kaki lima sebagai upaya memperkuat keamanan dan ketertiban di wilayah hukum setempat.
Langkah ini dilakukan untuk menjawab tantangan gangguan kamtibmas yang kerap muncul di tengah aktivitas warga.

Program Sabuk Kamtibmas Mojokerto dinilai menjadi strategi penting dalam membangun kedekatan antara polisi dan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Mojokerto Kota AKBP Herdiawan Arifianto menegaskan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan juga seluruh elemen warga.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang selama ini aktif membantu menjaga kamtibmas.
Tanpa peran mereka, situasi aman tidak akan tercapai,” tegas AKBP Herdiawan.
Kolaborasi Jadi Kunci Keamanan
Kegiatan Sabuk Kamtibmas Mojokerto dihadiri langsung oleh jajaran pejabat utama Polres, termasuk Wakapolres Kompol Jalaludin.
Kehadiran berbagai elemen masyarakat menunjukkan bahwa keamanan menjadi kebutuhan bersama yang tidak bisa diabaikan.
Kapolres juga menyoroti pentingnya komunikasi cepat dalam mengantisipasi potensi gangguan.
Salah satu langkah konkret yang akan dilakukan adalah membentuk grup WhatsApp sebagai media koordinasi.
“Dengan komunikasi yang cepat, setiap potensi gangguan bisa segera diantisipasi bersama,” ujarnya.
http://Baca juga https://baranitapost.com/kecelakaan-kerja-pt-great-well-steel-standar-k3-disorot/
Peran Warga Jadi Sorotan
Partisipasi warga dalam Sabuk Kamtibmas Mojokerto menjadi perhatian utama. Ojek online, tukang parkir, hingga pedagang kaki lima disebut sebagai garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan aktivitas harian masyarakat.
Kondisi ini sekaligus menjadi tantangan. Tanpa keterlibatan mereka, informasi di lapangan bisa terlambat diterima aparat.
Dampaknya, potensi gangguan keamanan berisiko membesar sebelum tertangani.
Namun dengan adanya Sabuk Kamtibmas Mojokerto, celah tersebut diharapkan bisa ditutup.
Polisi dan masyarakat kini memiliki jalur komunikasi yang lebih cepat dan responsif.
Bentuk Kepedulian Polisi
Selain dialog, kegiatan ini juga diisi dengan pemberian tali asih kepada peserta. Langkah ini menjadi simbol bahwa pendekatan humanis tetap menjadi prioritas dalam menjaga keamanan.
Program Sabuk Kamtibmas Mojokerto diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warga.
Sinergi ini menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai potensi gangguan kamtibmas ke depan.
Pada akhirnya, keberhasilan Sabuk Kamtibmas Mojokerto tidak hanya bergantung pada polisi, tetapi juga pada kesadaran kolektif masyarakat.
Jika kolaborasi ini terus terjaga, keamanan wilayah bukan lagi sekadar harapan, melainkan kenyataan.






