Pencarian Balita Hilang Di Kalidawir Terhambat Arus Deras

Sidoarjo,baranitapost.com – Pencarian balita hilang Gibran Septian (1,5) di Sungai Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, hingga Kamis (10/4/2026) masih belum memberikan hasil.

Tim gabungan menghadapi kendala serius berupa arus sungai yang deras dan tanaman udara yang menutupi permukaan, sehingga memperlambat proses bantuan sejak korban dilaporkan hilang pada Rabu sore.

Peristiwa pencarian balita hilang ini menyita perhatian publik. Korban diduga terjatuh ke sungai setelah sandal miliknya ditemukan di tepi aliran air, tidak jauh dari rumahnya.Hingga kini, keluarga masih menunggu dengan penuh kecemasan.

Pencarian Balita Hilang
Pencarian balita hilang di Sungai Kalidawir terkendala arus deras dan tanaman air, tim gabungan terus berusaha maksimal.

Pencarian Arus Deras dan Tanaman Air Hambat

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sidoarjo, Sabino Mariano, mengungkapkan bahwa kondisi sungai menjadi tantangan utama dalam pencarian balita hilang tersebut.

“Hambatan utama adalah tanaman air yang menutup aliran sungai dan arus yang cukup kuat, sehingga menyulitkan waktu saat melakukan penyisiran,” ujarnya.

Menurutnya, vegetasi udara yang lebat membuat visibilitas tim sangat terbatas. Selain itu, arus deras berpotensi menggeser posisi korban jauh dari titik awal.

Ratusan Personel Dikerahkan

Operasi pencarian balita hilang ini melibatkan sekitar 100 personel gabungan. Mereka berasal dari unsur TNI, Polri, Basarnas, Polair, BPBD, hingga relawan Tagana.

Sidak Irigasi Sidoarjo Terungkap Penyempitan Saluran Picu Banjir

Sebanyak enam perahu karet diterjunkan ke lokasi. Setiap perahu diisi empat personel untuk menjangkau area yang sulit diakses dari darat.

Penyusiran dilakukan secara bertahap dari RT 03 Kalidawir hingga Dam Penatarsewu di RT 08. Tim juga dibagi ke dalam beberapa sektor guna mempercepat pencarian.

Tim Harapan Keluarga dan Evaluasi

Sabino menambahkan, durasi operasi pencarian balita hilang masih menunggu analisis dari Basarnas sebagai koordinator SAR. Namun, seluruh peralatan dinyatakan siap dan evaluasi dilakukan secara berkala.

“Kami terus memaksimalkan upaya dan memperluas area pencarian sesuai perkembangan di lapangan,” tegasnya.

Di tengah upaya tersebut, keluarga korban hanya bisa berharap keajaiban. Warga sekitar juga ikut meramaikan proses pencarian yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari.@minatus

Writer: @NitEditor: REDAKSI