Hilangnya Balita Gibran Diduga Jatuh Di Sungai Kalidawir Pencarian Masih Berlangsung

Sidoarjo,baranitapost.com-Hilangnya balita Gibran Septian (2) di sungai Kalidawir menggemparkan warga Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, Rabu (08/04/2026). Sekitar pukul 13.30 WIB, anak dari pasangan Bahkrul Ulum dan Wulan itu dilaporkan hilang setelah ibunya bangun tidur dan tidak menemukan Gibran di rumah.

Diduga kuat, Gibran terjatuh ke sungai di belakang rumahnya. Sandal miliknya ditemukan di tepi aliran air, menjadi petunjuk pertama bagi pencarian yang kini dilakukan tim gabungan di tengah hujan deras dan sungai yang meluap.

“Kami segera mencari anak kami, dan menemukan sandalnya di pinggir sungai. Saat itu panik sekali,” kata F, anggota keluarga. Saksi berinisial GR menambahkan, pencarian awal dilakukan secara mandiri sebelum tim gabungan datang.

“Sekitar jam setengah dua siang, keluarga panik karena anaknya tidak ada. Kami bantu mencari dan menemukan sandal di belakang rumah dekat sungai,” ujar GR kepada wartawan.

Hilangnya Balita Gibran
Balita hilang di sungai Kalidawir, Sidoarjo. Tim gabungan masih menyisir sungai meski cuaca hujan deras, pencarian maksimal dilakukan.

Mendapat laporan, BPBD Kabupaten Sidoarjo langsung mengerahkan tim bersama Basarnas, pemerintah desa, dan relawan. Proses pencarian menyisir aliran sungai menggunakan peralatan evakuasi air, meski kondisi hujan dan debit air tinggi menjadi tantangan utama.

Ketua BPBD Kabupaten Sidoarjo, Sabino Mariano, S.Sos, M.KP, menegaskan pihaknya mengerahkan seluruh sumber daya.

“Kami bergerak cepat bersama Basarnas dan relawan. Fokus pencarian berada di sepanjang aliran sungai, mengingat indikasi kuat korban jatuh ke air.

Namun, cuaca hujan dan debit air yang meningkat menjadi kendala utama,” tegas Sabino di lokasi kejadian.

Pengeroyokan Paron Ngawi Viral Dua Pelaku Ditangkap Polisi

Kepala Desa Kalidawir, Maksun SP, juga hadir untuk mengoordinasikan warga. Ia meminta masyarakat tetap waspada terhadap anak-anak di lingkungan yang dekat sungai.

“Mohon bantuan doa supaya ananda Gibran segera ditemukan. Warga juga diminta tetap awasi anak-anak di sekitar sungai,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pencarian masih berlangsung dengan metode penyisiran darat dan air. Tim gabungan berupaya maksimal meski kondisi hujan medan cukup berat akibat arus air deras.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keselamatan anak-anak, terutama di permukiman dekat sungai.

Kehilangan Gibran Septian menegaskan bahwa pengawasan anak-anak di area berisiko harus menjadi prioritas utama. (@Nit)

Writer: @NitEditor: REDAKSI