Sidoarjo,baranitapost.com—CFD Durungbedug, UMKM, dan pinjaman lunak menjadi perhatian dalam pelaksanaan car free day (CFD) perdana di Desa Durungbedug, Kecamatan Candi, Sidoarjo, Minggu (20/9/2026).
Kegiatan yang dihadiri Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana S.AP itu memadukan aktivitas olahraga warga dengan bazar yang melibatkan sekitar 360 pelaku UMKM.
Sejak pagi, ribuan warga memadati ruas jalan desa yang ditutup sementara untuk kendaraan.
Masyarakat memanfaatkan CFD untuk mengikuti senam bersama sekaligus menikmati berbagai produk yang dijajakan pelaku usaha.
Ratusan lapak UMKM berjajar sepanjang sekitar satu kilometer. Produk makanan, minuman, hingga berbagai kebutuhan warga ditawarkan dalam kegiatan tersebut.
Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menyambut positif kegiatan yang dinilai mampu menggabungkan aktivitas kesehatan dengan penguatan ekonomi masyarakat.

“Mudah-mudahan setiap hari Minggu diadakan acara seperti ini. Ini adalah salah satu upaya untuk meningkatkan perekonomian Desa Durungbedug,” kata Mimik.
Selain mendorong kegiatan ekonomi lokal, Pemkab Sidoarjo juga menawarkan akses permodalan kepada pelaku UMKM.
Salah satunya melalui Program Kurda (Kredit Usaha Rakyat Daerah) yang difasilitasi BPR Delta Artha Perseroda.
Program tersebut memberikan pinjaman dengan bunga ringan, yakni 2 persen per tahun atau sekitar 0,16 persen per bulan.
Warga Sidoarjo juga dapat mengajukan pinjaman mulai Rp5 juta hingga Rp10 juta tanpa jaminan sesuai ketentuan program.
“Warga Durungbedug yang ingin mengembangkan usaha UMKM-nya bisa mendapatkan pinjaman lunak.
Minimal Rp5 juta sampai Rp10 juta. Syaratnya, cukup ber-KTP warga Sidoarjo,” ujar Mimik.
Mimik meminta pelaku UMKM memanfaatkan fasilitas permodalan tersebut untuk mengembangkan usaha.
Ia juga mengingatkan pentingnya memiliki izin usaha karena dokumen tersebut dapat membuka akses terhadap berbagai program bantuan dan fasilitas pemerintah.
Semarak Aksi Warga Kompak Angkat Budaya Indonesia Dalam Karnaval Nusantara Desa Banjarkemantren
Pemkab Sidoarjo, lanjutnya, siap membantu masyarakat dalam proses pengurusan izin usaha.
Ia bahkan membuka peluang dukungan sarana berjualan berupa gerobak bagi pelaku usaha yang mengikuti penataan kawasan.
Namun, dukungan tersebut diiringi pesan agar pedagang menjaga kerapian dan kebersihan lingkungan.
Pengelolaan sampah menjadi perhatian agar aktivitas ekonomi tidak menimbulkan persoalan baru.
Mimik juga mengajak warga mempercantik lingkungan dengan menanam tanaman bunga, salah satunya bougenville.
Menurutnya, tanaman tersebut relatif mudah dirawat dan dapat memperindah jalan maupun lingkungan permukiman.
Sementara itu, Kepala Desa Durungbedug M. Iskaq mengatakan CFD dan bazar UMKM akan dijadikan agenda rutin setiap Minggu. Jalan Desa Durungbedug akan ditutup mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB.
“Kegiatan ini sudah beberapa bulan kita rencanakan. Alhamdulillah, dengan dukungan pemerintah kecamatan dan pemerintah kabupaten, kegiatan sukses terlaksana,” kata Iskaq.
Dari sekitar 360 UMKM yang mengikuti bazar, sekitar 300 pelaku usaha merupakan warga Durungbedug, sedangkan sisanya berasal dari desa lain.
Pemdes Durungbedug hanya menarik retribusi kebersihan dan keamanan sebesar Rp5.000 per lapak.
Kegiatan CFD sekaligus bazar UMKM ini menunjukkan bahwa ruang publik desa dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan aktivitas warga sekaligus membuka peluang ekonomi.
Dengan agenda rutin, akses permodalan, serta penataan lingkungan yang baik, kegiatan tersebut diharapkan mampu memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Durungbedug dan pelaku UMKM Sidoarjo.@Nit
























