situs slot gacorSlot GacorSlot Gacor 2026slot gacorslot gacorslot gacor malam inislot gacor 2026Duniabet303https://chandmani-ider.com/https://collegesinfo.org/blogs

Saluran Irigasi Diduga Ditutup salah satu perusahaan, Petani Mojoparon Khawatir Banjir

PASURUAN,pojokkasus.com Saluran irigasi, Mojoparon, petani menjadi sorotan setelah sejumlah warga Dusun Balongparen, Desa Mojoparon, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, mengeluhkan dugaan penutupan atau pengurukan saluran air di sekitar lokasi pembangunan PT Mitra Alam Segar. Warga meminta saluran yang selama ini digunakan untuk mengatur aliran air tetap berfungsi, terutama untuk mengantisipasi meningkatnya debit air ketika hujan deras.

Keluhan tersebut disampaikan warga karena saluran yang sebelumnya digunakan untuk mengairi area persawahan kini disebut tidak lagi dimanfaatkan untuk kebutuhan pengairan sawah. Meski demikian, warga berharap perubahan fungsi lahan tidak kemudian membuat jalur air ditutup atau diuruk. Bagi masyarakat, keberadaan saluran tetap dianggap penting sebagai jalur pengaliran air di kawasan tersebut.

Warga menegaskan persoalan ini bukan mengenai lahan sawah yang telah dibeli perusahaan. Mereka menyatakan tidak mempermasalahkan proses pembelian lahan tersebut. Yang menjadi perhatian adalah keberadaan saluran air yang selama ini digunakan masyarakat dan dinilai masih memiliki fungsi dalam mengatur aliran air, khususnya ketika curah hujan meningkat.

Keresahan muncul setelah sejumlah warga melihat kondisi saluran yang mereka duga telah mengalami penutupan atau pengurukan. Kekhawatiran tersebut kemudian disampaikan kepada sejumlah awak media agar persoalan mendapat perhatian pihak berwenang. Warga berharap kondisi di lapangan tidak dibiarkan tanpa pemeriksaan, terutama menjelang periode dengan potensi curah hujan tinggi.

“Kami berharap saluran irigasi jangan sampai ditutup. Kalau nanti hujan turun dengan intensitas tinggi, kami khawatir air tidak bisa mengalir dan akhirnya menyebabkan banjir,” ungkap salah seorang warga.

Kekhawatiran petani berkaitan dengan fungsi saluran sebagai jalur pengaliran air. Jika jalur tersebut mengalami penyempitan atau tertutup, warga khawatir air tidak dapat mengalir secara optimal. Kondisi itu dikhawatirkan berdampak pada lahan pertanian maupun lingkungan di sekitar Dusun Balongparen ketika volume air meningkat.

Saluran Irigasi Diduga Ditutup, Petani Mojoparon Khawatir Banjir
Visual Warga Mojoparon Rembang mengeluhkan dugaan penutupan saluran irigasi dekat PT Mitra Alam Segar. Petani khawatir aliran air terganggu saat hujan.

Baca juga

https://baranitapost.com/gebyar-hut-ri-di-grabagan-meriah-wabup-mimik-apresiasi- -warga/

Bagi petani, saluran tersebut memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar mengairi sawah. Jalur air juga dinilai membantu mengatur aliran ketika terjadi peningkatan debit air. Karena itu, warga meminta persoalan tersebut dilihat secara menyeluruh dengan mempertimbangkan kondisi persawahan, permukiman dan sistem pengairan yang telah digunakan masyarakat.

Informasi dari warga menyebut saluran tersebut diduga berkaitan dengan jaringan pengairan yang berada dalam kewenangan Dinas Pengairan. Namun, status dan kewenangan atas saluran tersebut masih perlu dipastikan melalui pengecekan langsung di lapangan. Warga meminta instansi terkait tidak hanya menerima laporan, tetapi juga melihat kondisi fisik saluran dan memastikan fungsi serta statusnya.

Masyarakat berharap ada penjelasan terbuka mengenai kondisi saluran tersebut. Jika hasil pemeriksaan nantinya menunjukkan adanya penutupan atau pengurukan yang mengganggu fungsi pengairan, warga berharap solusi dapat segera dilakukan. Sebaliknya, apabila terdapat ketentuan atau perubahan fungsi yang sah, masyarakat juga meminta penjelasan agar tidak muncul kesimpangsiuran informasi.

Pada akhirnya, warga menegaskan tidak ingin menghambat pembangunan maupun kegiatan usaha PT Mitra Alam Segar. Mereka hanya meminta pembangunan tetap memperhatikan infrastruktur pengairan dan kondisi lingkungan sekitar. Pengecekan langsung menjadi langkah penting untuk memastikan apakah saluran benar tertutup, siapa yang memiliki kewenangan, serta apakah kondisi tersebut berpotensi mengganggu aliran air dan meningkatkan risiko banjir di kawasan Mojoparon.(G10/RED)­

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *