PASURUAN, baranitapost.com – Kamis Pon menjadi salah satu ikhtiar batin Pemerintah Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, dalam mendukung pelaksanaan pemerintahan, pelayanan masyarakat, dan pembangunan desa. Kegiatan keagamaan tersebut rutin digelar setiap Kamis Pon di Musholla Al Muhajirin yang berada di lingkungan Kantor Desa Randupitu.
Program ini telah berjalan sekitar delapan bulan secara berkesinambungan. Pemerintah desa memadukan upaya lahiriah melalui pelaksanaan program pemerintahan dengan ikhtiar batiniah melalui kegiatan keagamaan sebagai sarana bermunajat kepada Allah SWT.
Kegiatan Kamis Pon diisi dengan pembacaan sholawat Nabi, istighosah, tahlil, serta doa bersama. Pemerintah Desa Randupitu menjadikan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya membangun suasana pemerintahan yang kondusif sekaligus memperkuat nilai keimanan dan ketakwaan.
Kepala Desa Randupitu Mochamad Fuad mengatakan, kegiatan Kamis Pon telah dilaksanakan kurang lebih delapan bulan dan terus berjalan secara rutin.
“Giat keagamaan ini kami sudah laksanakan kurang lebih delapan bulan berkesinambungan dengan istiqomah,” ujar Mochamad Fuad saat ditemui Tim Media Harian Merdeka Post seusai kegiatan, Kamis (3/9/2026).

Pemdes Rejosari Pastikan Bantuan Beras 1.300 KPM Tepat Sasaran
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari landasan moral bagi kepala desa dan perangkat desa dalam menjalankan amanat masyarakat.
Ia menjelaskan, pelaksanaan pemerintahan membutuhkan ikhtiar secara menyeluruh. Jalur bumi dimaknai sebagai usaha lahiriah melalui kerja, pelayanan, dan pembangunan, sedangkan jalur langitan menjadi ikhtiar batiniah melalui doa dan pendekatan kepada Allah SWT.
Mochamad Fuad menyebut peningkatan kualitas iman dan takwa menjadi salah satu dasar pelaksanaan kegiatan Kamis Pon. Menurut dia, nilai tersebut penting sebagai landasan dalam menjalankan tanggung jawab yang diberikan masyarakat kepada pemerintah desa.
“Poin pentingnya adalah menomorsatukan peran aktif Allah di atas setiap kami melaksanakan amanat jabatan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa manusia hanya memiliki kewenangan untuk merencanakan dan berikhtiar. Sementara itu, hasil akhir dari setiap usaha merupakan kehendak dan kewenangan Allah SWT.
Pandangan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah desa untuk terus menjalankan berbagai program dengan mengedepankan kerja keras, koordinasi, serta dukungan masyarakat. Kegiatan keagamaan juga diharapkan dapat memperkuat kebersamaan antara perangkat desa dan warga.
367 Santri Keracunan! Polisi & TNI Langsung Sidak Dapur SPPG Kali Tengah
Pemdes Randupitu berharap rangkaian ikhtiar lahiriah dan batiniah dapat berjalan beriringan dalam mendukung pembangunan desa. Pemerintah desa juga berharap kegiatan tersebut ikut menciptakan suasana aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Mochamad Fuad mengatakan, kerja keras perangkat desa membutuhkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Dengan kebersamaan tersebut, pemerintah desa ingin membangun Randupitu menjadi desa yang semakin baik dari sisi pelayanan, pembangunan, maupun kehidupan sosial kemasyarakatan.
Ia juga mengaitkan harapan tersebut dengan pesan dalam Al-Qur’an, khususnya QS Ghafir atau Al-Mu’min ayat 60 tentang anjuran berdoa kepada Allah SWT.
“Harapan kami, dengan kerja keras bersama perangkat desa dan dukungan semua elemen warga Desa Randupitu, atas izin dan ridho Allah, dapat mewujudkan Randupitu sebagai sebuah Khoryatun Thoyyibatun wa Rabbun Ghofur,” tambahnya.
Kegiatan Kamis Pon pada akhirnya tidak hanya menjadi agenda rutin bulanan, tetapi juga menjadi ruang bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk memperkuat kebersamaan serta nilai spiritual. Pemerintah Desa Randupitu menempatkan kerja nyata dan doa sebagai dua hal yang berjalan berdampingan dalam menjalankan amanat pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.(D2Y/RED)
























