Pasuruan,baranitapost.com– Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bangil terus memperkuat upaya pencegahan penyebaran tuberkulosis (TBC) di lingkungan pemasyarakatan.
Bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, dan Puskesmas Bangil, Rutan Bangil melaksanakan pemeriksaan kesehatan serta evaluasi fasilitas isolasi pada Selasa (21/7).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah deteksi dini dan pengendalian penyakit menular di dalam rutan.
Tim kesehatan melakukan pemeriksaan terhadap delapan warga binaan yang terdiri dari satu orang terkonfirmasi positif TBC dan tujuh warga binaan yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien.
Kepala Rutan Bangil menyatakan bahwa kolaborasi dengan instansi kesehatan merupakan bentuk komitmen untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan sesuai standar pelayanan kesehatan.

Deteksi Dini Jadi Prioritas
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh guna mengetahui kondisi kesehatan warga binaan sekaligus memastikan proses penanganan pasien TBC berjalan sesuai prosedur. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah potensi penyebaran penyakit kepada warga binaan lainnya maupun petugas.
Selain pemeriksaan medis, tim kesehatan juga memberikan pemantauan terhadap kondisi pasien dan melakukan evaluasi terhadap mekanisme penanganan yang diterapkan di Rutan Bangil.
Upaya deteksi dini menjadi salah satu strategi utama dalam menekan angka penularan TBC, terutama di lingkungan dengan tingkat interaksi yang tinggi seperti rumah tahanan.
Sanitasi Sidoarjo Diuji, STBM Paripurna Jadi Target Besar
Dalam kunjungan tersebut, tim kesehatan turut meninjau ruang isolasi yang telah disiapkan oleh Rutan Bangil.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan fasilitas tersebut memenuhi standar sebagai tempat perawatan sementara bagi warga binaan yang membutuhkan penanganan khusus.
Aspek yang diperiksa meliputi kebersihan ruangan, sirkulasi udara, ventilasi, hingga kelayakan sarana pendukung lainnya.
Evaluasi ini bertujuan memastikan ruang isolasi mampu mendukung proses pemulihan pasien sekaligus meminimalkan risiko penularan penyakit.
Sinergi antara Rutan Bangil dan Dinas Kesehatan diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi warga binaan.
Dengan pemeriksaan rutin, pengawasan ketat, dan penerapan prosedur kesehatan yang konsisten, lingkungan rutan diharapkan tetap sehat, aman, serta bebas dari penyebaran penyakit menular.






